Minggu, 25 November 2012

Hey kamu! Lihat ada aku disini

Aku terduduk manis sendiri ,ditepi area pertarungan antara banyak laki-laki merebutkan sebuah bola dan saling menjatuhkan agar dapat memperoleh nilai terbanyak. Saat aku tengah asyik melihat mereka yang begitu maskulin aku fikir ,aku terdiam dan terpesona oleh seorang insan yang diciptakan berbeda denganku.
Tentu dia laki-laki ,dan Tuhan! Aku tidak bisa mengucap satu kata pun. Dia.. Dia.. Benar-benar sempurna tuhan, Matanya yang tajam dengan alis yang begitu tebal menampakan keseriusan disetiap hal terutama dalam menjalin sebuah hubungan. Bibir tipisnya yang terlihat begitu sensual menciptakan sebuah senyuman manis diwajahnya ,oh tuhan apakah dia seorang malaikat yang kau kirimkan untukku? Siapakah nama malaikatmu itu tuhan? Beri tahu aku '' ucapku dalam hati.
Ku melamunkan dirinya yang kufikir begitu sempurna. Hingga tak sadar seorang gadis dari sisi lain memandangku dengan pandangan sinisnya. Ya ternyata dia adalah Tasya ,dia gadis terpopuler dan tercantik di sekolahku ini. Aku tak mengerti mengapa dia melihatku seperti itu,sudahlah aku tak peduli.
 

'' PRIIITTTT '' terdengar bunyi peluit yang begitu memengangkan telingaku menandakan permainan tersebut telah usai. Tasya berlari kecil menuju laki-laki itu , '' aah sudah kutebak tentu dia pacar tasya! Bodoh sekali aku! Kenapa terlalu berharap padanya? Mana mungkin dia mau dengan gadis sepertiku'' gumamku dalam hati.
Aku pun mengalihkan perhatianku yang sebelumnya hanya kutunjukkan kepadanya, Dan tiba-tiba .. ''WOOY !!'' laras membuatku terkejut dan menghancurkan lamunanku '' LARASS!! kamu jail sekali sih '' kesalku.
'' hahaha habis sedari tadi aku pandangi kamu itu melamun terus aku hanya takut kamu kesurupan Lun '' Ledeknya.
'' Tidak lah ,aku hanya sedang menonton pertandingan bola basket itu '' Aku mengelak.
'' Menonton atau memandangi setiap kepingan keindahan dari si daniel? haha '' Laras terus-menerus membuat pipiku merah merona.
'' Ah laras! Apasih! '' tiba-tiba.
''AWAAASSSS !!!'' teriak salah satu laki-laki dari arah tengah lapangan.
Dan '' BRUUK '' sebuah bola basket mencium keningku dengan begitu kerasnya membuat seribu bintang mengelilingi otakku dan aku jatuh pingsan.
Tak lama kemudian ,aku bangun dengan wajah heran serta kepala yang masih terasa pusing. Perlahan demi perlahan mataku terbuka dan betapa terkejutnya aku ,seorang pria yang aku tak tau namanya . Pria yang mengalihkan pusat perhatianku di tepi lapangan itu! ''Ah aku ingat! Daniel namanya '' ucapku dalam hati.
''Hey ,apa kamu baik-baik saja? '' Tanya dia yang terlihat khawatir .
'' Dimana aku? ''
''Kamu di UKS ,maaf tadi aku tidak sengaja melempar bola dan jatuh dikepalamu '' diperjelasnya.
''Oh begitu. Ya aku tidak apa-apa '' jawabku.
''Baiklah kalo begitu! perkenalkan aku Daniel dari kelas IPS 3, Dan namamu? '' Tanyanya.
Deg.. Waktu terasa berhenti ketika ia bertanya siapa namaku ,aku bingung aku malu aku tak bisa mengendalikan denyutan jantungku yang begitu keras disaat dia berbicara kepadaku.
'' Umm.. Aku .. Aku .. Luna dari kelas IPA 2 '' Jawabku dengan terbata-bata.
'' Oh ,Luna maaf ya aku benar-benar tidak sengaja! Umm.. aku harus pergi sekarang ,masih ada pertandingan nih! Kalau kamu butuh aku panggil aku saja ya '' Ucapnya dan ia buru-buru pergi melanjutkan pertandingannya itu.
''Uhukk.. Ciee kenalan nih! Kamu tahu tidak? Daniel itu yang membawamu kesini '' Lagi-lagi laras mengejekku.
'' Ih apasih kamu!! Biasa aja ah '' aku pun mengelak dan langsung pergi mengambil buku dan tas ransel imutku yang tertinggal sedari tadi di kelas.
Oh iya ,aku belum memperkenalkan diriku. Baiklah ,perkenalkan namaku Luna Destra Keylan aku berusia 16 tahun. Mereka biasa memanggilku Luna ,aku termasuk gadis yang lumayan pendiam dan termasuk kedalam golongan anak-anak yang dikategorikan pintar. Aku cantik ,namun sampai hela nafasku saat ini aku belum memiliki pasangan. Mungkin karna belum ada laki-laki yang bisa membuat hatiku terpaut.
Dan laki-laki yang aku suka itu bernama Daniel Prawira Azhar ,dia tampan ,keren ,pintar dan termasuk kedalam kriteria pria idamanku. Ya meski aku belum sama sekali mengenalnya ,aku hanya bisa memandang segala keindahan yang ada padanya dari kejauhan. Setiap melihatnya membuat hati kecilku ini melompat-lompat ingin rasanya mengenal dan lebih dekat dengannya,tapi sepertinya dia orang yang angkuh.

Aku berjalan sendirian menuju surga dimana aku bisa merebahkan semua kelelahan hati dan ragaku . Di setiap langkah yang aku pijak aku tak bisa berhenti berfikir tentang malaikat sempurna itu. Sampai-sampai aku ingat kalau aku belum mengucapkan terima kasih kepadanya.

Keesokan harinya ,aku memberanikan diri menuju kelas sang malaikat sempurnaku itu. Jantungku tiba-tiba terasa begitu berdetak dengan cepat ,sampai darahku yang mengalir saja aku bisa merasakannya.
'' Permisi ,Daniel! '' panggilku dengan tersipu malu.
'' Oh ya Luna ada apa? '' Dia menghampiriku.
''Umm.. Aku hanya ingin bilang terima kasih ,maaf aku lupa kemarin aku tidak sopan yah '' begitu salah tingkahnya aku.
'' Oh soal itu! Yasudahlah tak apa. Lagi itu juga kan salah aku '' Jawabnya sambil mengeluarkan sedikit senyuman manis dibibirnya.
Serrr.. Desiran darahku mulai terasa kembali.
'' Umm ,yasudah ya aku mau ke kelas sudah masuk,Bye '' Jawabku dengan sedikit gagap, meninggalkan pembicaraan kami saat itu.
'' Iya ,silahkan '' dipersilahkannya.
Aku pun kembali ke kelas dan mulai mengikuti pelajaran seperti biasa.
'' Teng..Teng..Teng'' bunyi bel sekolah yang menandakan sekolah telah usai.
Ya seperti biasa aku berjalan sendiri ,dan tiba-tiba sebuah motor menghampiriku.
Dan tebak siapa itu?
'' Hey , mau pulang bareng ga? '' dia agak berteriak karna suara motornya yang begitu keras.
'' Ha? Kamu ngajak aku ? '' heranku.
'' Yaiyalah siapa lagi! Sekalian sebagai tanda permintaan maaf aku sama kamu soal tadi '' Daniel berkata.
'' Umm.. Baiklah '' Jawabku dengan senang hati.
Sore itu aku tak tahu mengapa ,tapi Daniel mengajakku untuk pulang bersamanya. Bisa kalian bayangkan , laki-laki yang kalian kagumi meminta kalian untuk pulang bersamanya?
Tentu ,aku tidak menolak. Selama di perjalanan gelak tawaku pecah karna lelucon dia yang tak ada habisnya. Selama ini aku fikir Daniel adalah orang yang cuek ,sombong ,dan tak suka berbaur dengan anak-anak sepertiku. Tetapi ternyata tidak ,dia berbeda 180 derajat dengan yang aku fikirkan sebelumnya . Tak lama aku bertanya tentang Tasya dan Daniel berkata kalo dia bukan pacar Tasya. Tasya memang menyukai Daniel ,tetapi Daniel bilang kalau dia tidak suka gadis seperti Tasya. Menurutnya ,gadis seperti itu hanyalah sebuah parasit yang memang harus dihindari.
Betapa senangnya aku mendengarnya,mulai saat itu aku dan daniel dekat dan dekat sekali. Sampai sangat dekatnya ,setiap pertandingan yang dia ikuti aku selalu diajaknya.
Hari demi hari berlalu , rasa cintaku padanya semakin besar saja ingin meledak rasanya. Menurutku mengenal Daniel merupakan memori yang sengaja tuhan ciptakan dengan tujuan tidak untuk dilupakan. Bagaimana tidak? setiap hari aku selalu memikirkannya , dan hampir setiap malam aku memikirkannya. Itu juga menjadi salah satu alasan aku semangat berangkat ke sekolah.
Hingga suatu hari ,ada seorang gadis cantik berjalan di koridor sekolah dan semua laki-laki di sekolahku tak ada yang berkedip melihatnya karna terpesona akan kecantikannya. Dia salah satu peserta pertukaran pelajar ternyata ,aku sudah menduga tentu dia gadis yang pintar. Dan saat aku sedang berbincang-bincang dengan Daniel ,gadis itu lewat dan mengalihkan perhatian daniel dariku . Kesal ,sedih ,marah ,ingin nangis , semua perasaanku bisa dijadikan sup buah sepertinya.
'' Lun .. Lun .. Itu bidadari turun darimana itu? Gila cantik banget ! eh, kenalan yuk! '' Tuturnya sambil menepuk-nepuk pundakku.
'' Ih apa sih kamu! Kamu saja sana ,aku tidak mau aku masih banyak tugas yang lebih penting yang harus dikerjakan '' Jawabku dengan sedikit kesal.
'' Ah ga asik kamu! Ayolah! Kira-kira dia masuk kelas mana yah? Semoga satu kelas sama aku '' harapnya.
'' Mana aku tahu! Dan semoga ga satu kelas sama aku! Apalagi sebelahan duduk denganku '' Kataku dengan nada sedikit tinggi.
'' Loh kenapa? Kamu takut punya saingan yah? Takut kalah ? Hahaha '' Ledek Daniel membuatku emosiku semakin meledak.
'' Ah yasudahlah aku mau balik ke kelas! Bye '' Ucapku dan langsung pergi. Jujur saja hatiku saat itu rasanya seperti diremas ,diinjak-injak ,dirobek menjadi kepingan-kepingan atom dan dibuang ke samudra hindia.

Dan ketika aku sampai dikelas ,ternyata murid baru itu masuk di kelasku. Ya tuhan.. Dan lebih parahnya lagi dia duduk bersebelahan denganku! Ah sial!!.
Pelajaran dimulai ,gadis itu mencoba menyapaku '' Hai , perkenalkan namaku Gendis aku salah satu siswi pertukaran pelajar dari Bandung,kamu siapa? '' Sapanya.
'' Aku Luna dan ya aku tahu soal itu'' dengan sedikit mengeluarkan senyum palsuku kepadanya,dan hari berlalu seperti biasanya. Keesokan harinya ,Daniel menghampiriku di kelas dan betapa terkejutnya dia melihat Gendis satu kelas denganku.
Saat di kantin Daniel selalu bertanya-tanya kepadaku tentang Gendis ,sifatnya ,baik atau tidak ,pintar sampai aku kesal dan mulai membenci Gendis kembali.
Sampai dikelas Daniel menghampiri mejaku ,pertama kami bercanda-canda seperti biasanya. Hingga Gendis datang ,dan semua perhatian Daniel tertuju kepadanya. Daniel begitu terpesona akan kecantikannya, aku yakin kalau Daniel memang mulai menyukainya.
'' Hey ,kamu anak baru pertukaran pelajar itu ya? '' Sapa daniel dengan senyum yang begitu sumringah di wajahnya.
'' Oh iya benar,kamu siapa yah? '' Jawab Gendis dengan nada yang begitu lembut
'' Aku Daniel kelas IPS 3 ,senang bertemu denganmu. Aku harap kita bisa jadi teman yang baik '' Sapa daniel sambil mengangkat tangan ke arah Gendis ,berharap Gendis membalas jabatan tangannya
'' Hmm..senang bertemu denganmu juga ,Aku juga berharap begitu '' Jawab Gendis dengan membalas jabatan tangan Daniel.

Sungguh ,di saat itu air mataku sudah membendung dikelopak mata kecilku ini rasanya ingin tumpah. '' Aaaaaa !! Aku sudah tidak sanggup lagi '' Teriakku dalam hati .
Aku langsung lari kedalam toilet saat Daniel dan Gendis mulai berbincang dan ketawa kecil Gendis itu mengingatkan aku saat Daniel mengantarku pulang sekolah. Daniel kelihatan bingung melihatku lari keluar dari kelas. Begitu pula dengan Laras yang baru ingin masuk ke kelas ,bingung melihat aku berlari sambil menghapus beberapa titik hujan diwajahku.
Sampai di toilet ,air mataku tumpah seperti air terjun yang sangat deras arusnya. Rasanya aku ingin teriak dan bilang kalau aku suka dengan Daniel,tapi aku tak cukup berani untuk mengatakan hal itu. Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar.
'' Lun .. Apa kamu baik-baik saja ? Kamu kenapa? Keluar dong '' Teriaknya sambil mengetuk pintu toiletku.
'' Aku tidak apa-apa! Sudah pergi sana '' Bentakku dengan suara yang tersengak-sengak.
'' Lun.. Ayolah cerita sama aku! Kamu kenapa? Keluar dong. '' Laras mencoba membujukku.
Akhirnya aku keluar dan langsung memeluk Laras ,air mataku sudah benar-benar mengucur deras.
'' Aku sayang dia!! Aku sayang daniel ,tapi Gendis merebut semua perhatian dia dariku ,Daniel sekarang menyukainya! Aku benci. Aku yang sejak dulu menyukainya ,tapi dia hanya menganggapku teman! Sedangkan Gendis yang anak baru? '' Air mataku jatuh dan sudah tak bisa kukendalikan.
'' Huuh .. Sudah sudah sabar yah lun,kamu bisa lewatin ini semua. Memang dia yang kelewatan, sabar ya '' Laras mencoba menenangkanku ,dia mengusap kepalaku dan memelukku.
Sungguh dia adalah sahabat terbaik yang pernah aku miliki ,aku tidak tau apa aku bisa melewati ini semua tanpanya.
Aku kembali ke kelas dan Gendis memberiku senyuman kecil di wajahnya. Tentu ,aku balas senyuman itu meski hatiku sakit. Karna sebuah senyuman dapat menyembunyikan jutaan air mata,dan hal itulah yang sedang aku lakukan saat ini.

Hari demi hari berlalu begitu saja ,berlalu seperti mana seharusnya berlalu. Dan aku kembali merenungkan Daniel ,malaikat sempurnaku yang belum bisa aku lupakan setitik hal apapun darinya.
Aku tau ini sangat gila! Aku mengharapkan laki-laki yang jelas tak suka denganku,laki-laki yang hanya menganggapku sebatas teman. Tapi entah mengapa ,mencintai Daniel adalah hal terindah dan ternyaman yang pernah aku lakukan dan aku belum bisa berhenti untuk melakukannya.
Ulang tahunku yang ke-17 tinggal seminggu lagi ,tak sabar rasanya menjadi lebih dewasa lagi. Satu harapanku saat pestaku nanti Daniel datang dan memintaku menjadi pacarnya. Hmm.. Aku menghayal lagi dan lagi tentang Daniel dan Daniel .

Keesokan harinya ,saat aku berjalan menuju sekolah aku melihat Daniel dan Gendis berboncengan sambil tertawa ,entah apa yang mereka bicarakan sepertinya seru sekali. Perlahan demi perlahan ,posisiku dalam hidup Daniel mulai tergantikan dengan kehadiran Gendis. Mereka belajar ,jalan ,ke kantin selalu bersama layaknya sepasang kekasih yang walau hingga saat ini aku belum mendengar kalau mereka pacaran. Aku hanya bisa terdiam dan memberikan senyuman palsuku kepada mereka.
'' Lun ,kamu mau ikut aku ngga nanti sore? '' tanya Gendis.
'' kemana? ''
'' Belajar bersama dirumah aku ,ada Daniel juga ko! Yuuk! Ngga asyik kalau hanya berdua saja '' Ajaknya.
'' Hmm .. Gimana yah? Aku harus membantu ibuku ,sore nanti pamanku mau datang. '' Aku berpura-pura dan memberikan alasan palsu.
'' Yaah.. Ngga bisa yah? Yaudah deh lain kali harus bisa yah! '' ucap Gendis.
Dan tak lama Daniel datang ke kelasku, '' Hey Lun.. Gimana bisa ga ?'' Tanya Daniel.
'' Maaf niel ,aku ngga bisa ''
'' Hmm niel ,Luna bilang ke aku dia ada urusan keluarga. Jadi gimana? Kita hanya berdua aja nih? ''
'' Yah ga seru kamu lun! Yaudah deh '' Jawabnya.
'' Eh ,kamu laper ga? Kantin yuuk! Perutku udah mulai kerocongan nih ''

 Daniel bertanya kepada Gendis dan seperti tidak merasa adanya kehadiranku.
'' Iya nih laper banget ,ayuu! Tapi kamu yang bayarin yah '' Gendis meledek Daniel.
'' Ih enak aja ,kamu dong gantian! Masa aku terus '' Jawab Daniel sambil mencubit hidung bangir gadis itu dan mereka berlalu pergi tanpa sepatah katapun untukku.

6 hari telah berlalu ,akhirnya hari yang ku tunggu-tunggu datang juga! Ya hari ulang tahunku. Aku ,Mama ,Papa ,Ka Kenz dan Ka Kanza sibuk mendekorasi rumahku untuk pesta nanti. Mulai dari balon , lilin , hidangan ,dll. Huuh.. seru sekali hari ini ,tak sabar rasanya mengundang teman-teman ,khususnya Daniel aku sangat berharap kepadanya.
'' Huuh.. Benar-benar Hari yang melelahkan ya ma'' Kataku kepada mama.
'' Iya yah ,cape banget mama nih '' Gerutu mama.
'' hihi.. Kasian mama aku ,sini-sini aku pijitin tapi nanti kasih hadiah yang banyak yah '' Ledekku.
'' haha kamu ini bisa aja,iya iya sayang '' Jawab mama.Hari yang melelahkan ini berlalu begitu saja.

Setibanya disekolah ,aku langsung membagikan kartu undangan ke semua temanku. Aku mencari daniel ,tapi dia tak muncul akhirnya aku tak menghiraukannya dan kembali menyebar undangan. Gendis baru datang ,aku pun langsung menghampirinya dan berkata '' hey ndis ,datang yah ke acara ultahku sabtu malam nanti ''
'' waah.. Kamu ultah sabtu malam nanti Lun? Hmm.. Kalau aku bisa datang yah! ''
'' Loh kenapa? ''
'' Ini adalah hari terakhirku disekolah ini. Ya, masa pertukaran pelajar aku kan sudah habis jadi harus balik ke Bandung lagi. Dan Sabtu malam nanti aku akan berangkat ,Daniel yang akan mengantarku''
Degg!! Seketika aku tertegun saat Gendis berkata kalau Sabtu malam nanti Daniel lah yang mengantarkannya.
'' Oh gitu,yaudah deh ngga apa-apa aku bisa ngerti ko '' jawabku sambil mengeluarkan senyum palsuku kembali.
'' Jadi? Daniel tidak bisa datang? Padahal kan dia yang aku tunggu! dia yang aku harap datang! Jadi untuk apa aku membuat pesta itu?'' kesalku dalam hati. Dan ternyata ,hari ini Daniel tidak masuk sekolah! Aku pun tak tahu kenapa.

'' Selamat pagi dunia!! Selamat pagi sang surya aku siap untuk pesta ku malam nanti, meski aku tau Daniel tak akan datang ke pestaku. Tetapi ,dengan tidak ada kehadirannya bukan berarti pesta ku berhenti begitu saja! Pestaku harus tetap berjalan !! '' Aku coba menyemangati diriku sendiri. Seharian aku dan keluargaku sibuk mempersiapkan pestaku malam nanti. Tak sadar ternyata sore telah menyambangi kami , aku pun lansung bersiap-siap.
Pada Ulang tahunku yang ke 17 ini ,aku memakai gaun berwarna biru caribian dengan sedikit payet berwarna perak disekeliling gaun yang membuat gaun itu terlihat sangat anggun jika dipakai pada malam hari. Dan rambutku dihias ,dibuat menjadi plait(kepang) yang indah berbentuk bunga. Dan beberapa aksesoris untuk lebih mempercantik diriku,sungguh malam ini aku merasa seperti seorang putri.
Satu persatu teman-temanku mulai berdatangan ,entah mengapa aku masih saja menunggu kehadiran Daniel di pesta pentingku itu. Tak terasa waktu berjalan begitu cepat,dan teman-temanku mulai meninggalkan acara ku itu. Keluargaku pun mulai membersihkan semua sisa-sisa pesta itu,tanpa kusadari air mataku menetes. Aku berpikir bagaimana Daniel yang telah lama mengenalku mementingkan untuk mengantar Gendis yang baru saja dia kenal daripada datang ke acara pentingku ini. Aku mulai sadar ,kalau Gendis memang sudah memenuhi hati Daniel tanpa sisa sedikitpun untukku.

Senin pun kembali tiba ,aku berangkat sekolah seperti biasanya namun kali ini dengan tidak bersemangat. Aku berharap sampai disekolah nanti ,Daniel langsung meminta maaf kepadaku karna tidak datang di pestaku kemarin. Dan ternyata hari ini Daniel juga tidak masuk! Semangat ku mulai kembali menurun.
Sesampainya dikelas ,aku melihat dimejaku ada sebuah kado dan setangkai bunga mawar beserta surat kecil dengan motif yang begitu lucu. Langsung saja aku buka kado itu dan ternyata didalamnya berisi Boneka beruang lembut dengan memegang sebuah kotak musik ditangannya. Yang jika dibuka akan berbunyi sangat indah. Aku mulai membuka surat tersebut dan ternyata itu surat dari Daniel ,isinya:
'' Hai jelek! Gimana pesta ultah kamu kemarin? Seru ngga? Maaf yah aku ngga bisa datang dan ngga bisa ngasih kado sesuai apa yang kamu mau. Aku cuma bisa kasih kamu boneka ini ,gimana? Lucu kan? Hehe..
Oiyah aku mau jujur sama kamu, sebenarnya Gendis itu sepupuku! Aku juga baru tau dari mamaku ,pas dia bilang kalau sepupuku ada pertukaran pelajar disekolahku. Dan kebetulan banget itu Gendis. Gendis cerita sama aku ,katanya waktu aku kenalan sama dia kamu cemburu ya?Hahaha,ciee kamu suka yah sama aku? Gendis bilang ,waktu dia ke toilet dia ngeliat kamu nangis dan bilang ke Laras kalau kamu benci sama Gendis karna kamu fikir aku suka sama Gendis. Haha aduh.. Lucu banget sih kamu jelek! Dan Gendis juga bilang katanya kamu teriak kalau kamu suka sama aku.Dan soal sabtu malam kemarin ,iya aku memang mengantar Gendis ke bandara. Tetapi bukan hanya Gendis saja yang pergi ,tapi aku juga! Mama bilang ,aku dapat beasiswa di UCLA. Jadi jum'at kemarin,pas aku ga masuk itu aku mengurus pasporku. Maaf yah aku ga sempat bilang ke kamu. Dan satu hal lagi,aku mau bilang sama kamu kalau Aku juga sayang sama kamu. Tapi,aku belum berani mengatakannya padamu karna aku pikir kamu ga akan suka denganku. Kalau kamu kangen aku,kamu bisa telpon diskype aku. Ok jelek! Tunggu aku 3 tahun lagi ya.. Aku sayang kamu Luna ♥ ''

Yatuhan! Apa aku bermimpi? Jika benar aku bermimpi tolong jangan bangunkan aku! Karna aku masih ingin menikmati kebahagian ini lebih lama. Aku mencubit pipiku dan aku merasa sakit,tentu karna ini bukan mimpi. Aku menangis bahagia karna cintaku selama ini tidak bertepuk sebelah tangan. Yatuhan terima kasih telah menjawab semua doaku! Aku sayang dia tolong jaga dia disana yatuhan. Aku terlihat seperti orang gila karna berbicara pada diriku sendiri, teman-temanku pun bingung melihat tingkahku. Dan kemudian tanpa kusadari aku berteriak ''Baiklah aku akan menunggumu 3 tahun lagi niel!! :D''
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar